#197: Melewati Garis Pembatas
Dia langkahkan kakinya melewati garis pembatas itu. Wajahnya tegak, tersenyum penuh kegetiran. Berharap pilihannya tak salah kali ini. Dia tahu, hidup penuh dengan pilihan. Dan ada resiko disetiap pilihan itu.
Lebih baik melewati garis pembatas dan menderita karena semua akibat yang harus ditanggung dari pada hanya memandangmu dari seberang garis. Katanya.
Aku hanya diam seribu bahasa.





Place your comment